jump to navigation

Ksatria baja hitam Oktober 10, 2008

Posted by ahmadeef in sisi lain.
trackback

Saya tahu film ini sekitar tahun ’93 (saya pernah baca film ini pertama kali dibuat pada tahun ‘86) pada saat masih tinggal di daerah kecil di wilayah pegunungan, dulu setiap sore sekitar jam 4 habis pulang mandi di pauk (empang) tapi selalu bilas badan lagi di rumah setelah mendapat beberapa pukulan sadis di pantat oleh ibu (hehehe… mom… tengkyu…) ini jadi menu wajib, waktu paling pribadi buat saya kala itu. Dulu saya sangat ingin jadi ksatria baja hitam, punya kekuatan luar biasa, mampu menyelamatkan bumi… sungguh ini beneran saya dulu sangat ingin dan tidak pernah berpikir bahwa semua itu cerita khayal belaka. Saya suka gaya Kotaro menggerakkan tangannya pada saat mau berubah wujud dari manusia biasa menjadi Kamen rider – Black, setelah tinggal di Palembang ternyata makin banyak saja teman yang juga suka dengan film ini, tapi saya tidak pernah tahu apa mereka juga ingin menjadi seperti Kotaro, seorang pemuda yang ingin buminya – damai, tapi saya tidak pernah menanyakan hal itu, sampai saat ini kenangan Ksatria baja hitam ini masih saja melekat di benak saya, dan di sanalah kenangan pahlawan masa kecil saya berhenti. Ketika ada film-film superhero baru, atau kamen rider versi modern yang lain, tidak bisa membuat saya tertarik, mereka bukan Kotaro.
Sekarang bila ingat saat-saat itu saya suka merasa geli sendiri, ada saja sisi kanak-kanak pada diri kita, yang tidak ingin kita buang, yang mampu membawa kita pada sebuah suasana yang sangat berbeda. Seperti Peter Pan yang tidak ingin menjadi dewasa dan konon diadopsi habis-habisan oleh Michael Jackson, ya… biarlah sisi kanak-kanakmu itu selalu berada bersamamu – anggap saja anak-anak yang nyasar ke tubuh orang dewasa, anak-anak selalu menjaga imajinasinya. Candice F Ransom berkata “saya berhenti tumbuh pada usia 15 tahun kalau pun sekarang saya menjadi dewasa itu hanya karena suatu keharusan”.

I do love, your childish inside.

Komentar»

No comments yet — be the first.