jump to navigation

Bung Karno Oktober 13, 2008

Posted by ahmadeef in sisi lain.
add a comment

Ada dua buku biografi beliau yang pernah saya baca satu yang ditulis oleh Rahmawati diterbitkan sekitar tahun 80’an (ini pernah saya pinjam dari paman saya) dan satu lagi saya tidak ingat ditulis oleh siapa tapi seingat saya buku yang kedua ini dibuat untuk mengenang 100 tahun Bung Karno yang sampulnya berwarna merah putih – jadi sekitar tahun 2001 (yang ini saya pinjam dari Ian teman sebangku saya di SMU dulu), so deef… ? Hhee… gak… ada satu hal yang sangat menyentuh bagi saya dan ingin saya ceritakan kembali kepada teman-teman.
Buku pertama yang ditulis oleh putri beliau lebih banyak bercerita tentang bagaimana kelunya hati seorang anak yang merasa sebagai mantan raja ayahnya mendapat perlakuan yang kurang pantas dari pemerintahan yang berkuasa setelah beliau, maaf kalau apa yang saya tulis ini berlebihan saya akan menjaga agar unek-unek itu tidak sok-sok bicara politik (sebab… saya ngerti politik juga enggak… “), Rahmawati menceritakan bagaimana Bapak dulu sering tidak berada di rumah – kisruh rumah tangga karena Bapak menikah lagi, gaun warna pelangi hadiah dari Bapak untuk dia atau begitu perihnya ketika Bapak dirawat karena penyakit batu ginjal dan tidak ada uang untuk menebus obat… hmmm…, sungguh miris memang, putrinya juga menceritakan disaat-saat terakhirnya Bapak lebih banyak bersama dia atau bagaimana suatu kali Bapak pernah bercanda di pembaringannya sambil mengatakan “saya ini pabrik batu” :D dan banyak lagi.
Buku kedua menceritakan kisah Bung Karno dari kecil, seorang anak yang disekolahkan oleh pamannya oh… ya kalau tidak salah nama kecil beliau itu “Kusno”, dibuku kedua ini saya seperti merasakan Bung Karno sendirilah yang bercerita, begitu banyak yang telah beliau lakukan, anak muda yang mungkin usianya seperti kita sekarang tapi bebannya (apa yang dilakukannya) sungguh luar biasa… cita-citanya yang menginginkan Indonesia menjadi sebuah negara dan dari keinginannya ini lah kemudian berbagai pengalaman tunggal-langgangnya dimulai, dijauhkan dari orang-orang terkasih (Bengkulu – Ende), menjalani kehidupan pahit untuk sorang insinyur di masa itu serta bagaimana beliau menyelesaikan buku tebal di atas kloset pengasingan. Tapi seolah Bung Karno menceritakan bahwa kesanggupan itu muncul karena ia merasakan bahwa segenap bangsa Indonesia mendukung, senada dengan kata bijak yang pernah saya baca “kalau keinginan kita begitu besar apa lah artinya kesulitan-kesulitan itu”, atau lagunya Utha Likumahuwa “apalah artinya sebuah derita… bila kau yakin semua pasti akan berlalu…” (hehehe bener gak ?, ahh sok tau gw….). “so… deef… sisi lain apa sih yang ingin kamu ceritakan kalo yang gituan kayaknya kami bisa baca sendiri deh… buruan ato kami tinggal tidur nehh…”, “bentar… bentar… tunggu… jangan bosen dulu !”.
Dibuku kedua beliau ada bercerita seperti ini (ketika Indonesia sudah merdeka dan beliau telah tinggal di istana), “rakyat Indonesia mungkin tidak pernah tahu, kalau pada malam hari saya sering turun dari ranjang dan tidur di lantai”, beliau tidak bisa pulas karena punggungnya sudah terlalu biasa dengan keras dan dinginnya lantai di pengasingan.
Menurut teman-teman itu merupakan sisi lain apa bukan ? atau cuma masalah kebiasaan saja atau kedua-duanya. Ya… apapun itu saya percaya kita sama-sama menghormati dan berterima kasih kepada beliau, kalau Amerika mempunyai George Washington, Afrika Selatan mempunyai Nelson Mandela, Tibet mempunyai Dalai Lama, Palestina mempunyai Yasir Arafat dan Iran mempunyai Reza Pahlevi. Kita juga punya dong…, ya… Indonesia mempunyai deef, maksud saya “Soekarno”.

Zzzzzzz….

Menikah.. sekedar renungan Oktober 11, 2008

Posted by ahmadeef in inspirasi.
add a comment

(dikopi bullet-bulet dari blognya cie nenks… gw bantu sebarin ya ta… mungkin berguna buat yang lagi mikir untuk menikah…)

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng..

Kalau sama-sama suka sop buntut

berarti masa depan cerah…(That simple?….. …)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani.

Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.

Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami oranglain… ??

Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’. (adapted from milis)

Ksatria baja hitam Oktober 10, 2008

Posted by ahmadeef in sisi lain.
add a comment

Saya tahu film ini sekitar tahun ’93 (saya pernah baca film ini pertama kali dibuat pada tahun ‘86) pada saat masih tinggal di daerah kecil di wilayah pegunungan, dulu setiap sore sekitar jam 4 habis pulang mandi di pauk (empang) tapi selalu bilas badan lagi di rumah setelah mendapat beberapa pukulan sadis di pantat oleh ibu (hehehe… mom… tengkyu…) ini jadi menu wajib, waktu paling pribadi buat saya kala itu. Dulu saya sangat ingin jadi ksatria baja hitam, punya kekuatan luar biasa, mampu menyelamatkan bumi… sungguh ini beneran saya dulu sangat ingin dan tidak pernah berpikir bahwa semua itu cerita khayal belaka. Saya suka gaya Kotaro menggerakkan tangannya pada saat mau berubah wujud dari manusia biasa menjadi Kamen rider – Black, setelah tinggal di Palembang ternyata makin banyak saja teman yang juga suka dengan film ini, tapi saya tidak pernah tahu apa mereka juga ingin menjadi seperti Kotaro, seorang pemuda yang ingin buminya – damai, tapi saya tidak pernah menanyakan hal itu, sampai saat ini kenangan Ksatria baja hitam ini masih saja melekat di benak saya, dan di sanalah kenangan pahlawan masa kecil saya berhenti. Ketika ada film-film superhero baru, atau kamen rider versi modern yang lain, tidak bisa membuat saya tertarik, mereka bukan Kotaro.
Sekarang bila ingat saat-saat itu saya suka merasa geli sendiri, ada saja sisi kanak-kanak pada diri kita, yang tidak ingin kita buang, yang mampu membawa kita pada sebuah suasana yang sangat berbeda. Seperti Peter Pan yang tidak ingin menjadi dewasa dan konon diadopsi habis-habisan oleh Michael Jackson, ya… biarlah sisi kanak-kanakmu itu selalu berada bersamamu – anggap saja anak-anak yang nyasar ke tubuh orang dewasa, anak-anak selalu menjaga imajinasinya. Candice F Ransom berkata “saya berhenti tumbuh pada usia 15 tahun kalau pun sekarang saya menjadi dewasa itu hanya karena suatu keharusan”.

I do love, your childish inside.

Sandal lebaran Oktober 8, 2008

Posted by ahmadeef in sisi lain.
add a comment

Saya punya adik laki-laki bungsu berumur 16 tahun, kami mempunyai hubungan bathin yang luar biasa… sejak kecil dia selalu bersama saya, dua adik saya yang lain usianya tidak terpaut jauh dengan saya, dulu ketika dia masih kecil sayalah yang banyak mengasuhnya, dan kini dia sudah berumur 16 tahun tapi saya masih saja memperlakukannya seperti bayi 1,6 tahun dan membuatnya risih hahaha…

Karena itu hampir semua kegiatannya saya awasi dan teman-temannya pun saya kenali satu-satu…

Suatu hari pada 1429 hijriah adikku dikunjungi tamu-tamunya… sebutlah Opi, Iis, Riski, Fadli dll, ada satu lagi temannya yang tidak terlihat sebutlah Umar (bukan sebenarnya), saya tanya Umar mana ? ada Kak di rumahnya kata salah satu temannya… Kenapa gak ikut ? udah dipaksa Kak… tetap gak mau, gak punya sandal katanya, begitu polosnya mereka menjawab… namun kecut dihatiku dan hening tiba-tiba yang aku rasa di udara. Aku tidak dapat berkata-kata, dan jari yang sedang mengetik ini pun sempat terhenti mengingat momen itu.

Iqro… terkadang ada sisi lain yang luput untuk kita baca… di hari raya yang sejatinya semua anak-anak berbahagia ada juga yang mungkin merasa sebaliknya dan saya sempat merasa tidak berguna saat itu.

Aku mencintai kalian.

Hal kecil yang menjengkelkan Oktober 8, 2008

Posted by ahmadeef in inspirasi.
add a comment

Saya kopi tulisan ini dari http://forum.a6point.com, dengan izin dari mas puji, tq mas…

buat fren2 ku…

Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat,
sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC – untuk menceritakan pengalamannya.

Pada pertemuan pagi itu, pimpinan kemanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat …
dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL.

- Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.
- Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.
- Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat
waktu.                                                                                                                                                        – Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas
- Seorang karyawan ketinggalan bus.
- Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.
- Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.
- Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.
- Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.
- Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.
- Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah : sebuah sepatu baru.
- Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat, tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit.  Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester.

Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap  – hidup sampai hari ini.

Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon …
dan semua HAL KECIL yang mengganggu – sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini.
Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak
lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!

- Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu – dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi -

let’s deef your world !